Home
Artikel Terkini
Excellence
Public Training
In-House Training
Tujuan Hidup
Pengenalan Diri
Etika
Etos Kerja
Skill Dasar
Pekerjaan
Tenaga Kerja
Uang dan Harta
Pendidikan
Budaya
4_Life
Tentang Kami
Hubungi Kami
Privacy Policy
Site Search
Berlangganan

Subscribe To This Site
XML RSS
Add to Google
Add to My Yahoo!
Add to My MSN
Subscribe with Bloglines

Mengenal Pola Pikir Diri Sendiri

Pola Pikir Sebagai Dasar Segala Bentuk Tindakan

Pernahkah Anda kesal dalam satu percakapan, diskusi atau rapat? Atau pernahkan Anda memperhatikan orang yang kesal dalam diskusi atau pertemuan? Anda mungkin pernah mengalaminya atau melihatnya. Bukan hanya kesal, orang bisa emosi dan marah. Bahkan ada yang sampai berkelahi seperti yang pernah saya tonton di televisi. Apa yang menyebabkan sikap demikian? Mengapa begitu mudah berbeda pendapat atau berdebat yang bisa berujung dengan rasa kesal, emosi, marah bahkan sampai berkelahi?

Pada lapisan yang paling mendasar, ini disebabkan adanya perbedaan praanggapan (presupposisi). Ibarat bangunan sebuah rumah, pra-anggapan adalah fondasinya. Kita tidak bisa melihat fondasinya. Tidak kelihatan dengan kasat mata bagaimana struktur fondasinya. Tetapi, di atas fondasi itulah bangunan berdiri: mulai dari dinding, pintu, jendela, dan atap rumah. Demikianlah praanggapan seseorang. Ini tidak kelihatan, tetapi di atas fondasi inilah seluruh tindakan dan perilaku seseorang dibangun.

Setiap orang mempunyai pra-anggapan (presuposisi). Anda dan saya mempunyai pra-anggapan yang berbeda dan pra-anggpan itu tidak selalu sama. Edward de Bono menyebut pra-anggapan ini dengan istilah lain. Ia menggunakan kata kerangka berpikir atau pola pikir ('Thinking Pattern'), yaitu akumulasi informasi yang masuk ke dalam pikiran. Dan informasi ini kemudian, membentuk kerangka berpikir dengan sendirinya.

Proses pembentukan kerangka berpikir dimulai sejak bayi dalam kandungan. Dengan bertambahnya usia bertambah pula informasi yang masuk ke dalam pikiran. Berapa banyak informasi yang masuk ke dalam pikiran ketika seseorang sudah remaja, pemuda, dewasa, orang tua dan nenek-kakek- kita tidak tahu.

Informasi yang masuk ke dalam pikiran pun beragam: mulai dari pengalaman diasuh oleh ibu, dididik orang tua, dididik oleh guru di taman kanak-kanak, sekolah dasar, sekolah menengah, dan kampus. Bukan hanya itu saja, masih ada pengalaman-pengalaman unik dalam hidup kita seperti kisah percintaan, cinta ditolak, putus cinta, kecelakaan atau kemalingan. Tentu ada juga yang positif seperti mendapat inspirasi dari orang lain, buku bacaan, film atau sejarah. Dan masih banyak informasi lain yang diterima dalam pengalaman hidup yang memberi sumbangsih dalam pembentukan pola pikir.

Informasi yang masuk ke dalam pikiran membentuk ragam pola dalam pikiran. Ibarat sebuah pohon, ada ranting kecil, ranting besar, dan batang. Besarnya pola tergantung dari berapa sering informasi masuk ke dalam pikiran dan berapa dalam kesan yang diberikannya. Semakin sering atau semakin berkesan sebuah informasi semakin kuat pola pikir yang dibentuk. 'Pencucian otak' (indoktrinasi) pun merupakan bagian dari proses pembentukan kerangka berpikir ini.

Kuat atau besarnya pola- ranting kecil, ranting besar, dan batang- akan berpengaruh terhadap informasi-informasi yang datang di kemudian hari. Bakal ada informasi yang 'ditolak' dan diterima dan ini tergantung dari pola yang dominan dalam pikiran. Pola yang dominan inilah salah satu penyebab utama mengapa muncul perbedaan pendapat atau perdebatan dalam percakapan, diskusi atau rapat.

Dari penjelasan singkat tentang proses pembentukan pola pikir, Anda dan saya sekarang bisa mengenal kerangka berpikir kita masing-masing. Kita bisa menelusuri pola apakah yang dominan dalam pikiran kita sehingga kita bersikap atau bertindak seperti sekarang. Ini bukan pekerjaan mudah. Mau tidak mau, kita harus menelusuri informasi-informasi apa saja yang kita terima selama ini, yang kemudian membangun kerangka berpikir kita.

Renungan:

  1. Sisihkanlah waktu untuk merenungkan informasi apa saja yang telah Anda terima selama ini?
  2. Dapatkah Anda mengenal pola yang terbentuk dalam pikiran Anda?
  3. Mungkin Anda sering menolak informasi-informasi yang berbeda dengan informasi yang Anda terima; buatlah usaha-usaha untuk bisa mempelajari informasi-informasi itu dengan baik. Siapa tahu, itu justru membawa Anda ke pola berpikir yang paling kokoh.

Artikel Terkait:

Tips Merubah Pola Pikir
Anda mungkin masih mencari bentuk pola pikir yang Anda inginkan. Berikut adalah tips untuk merubah pola pikir, yang membuat Anda menjadi sosok yang matang.

Urgensi Mengenal Diri dan Potensinya
Mengapa hal ini penting? Apa bahayanya bila pengenalan diri di luar jalur?

Berapa Besar Nilai Diri Anda
Bagaimana menilai diri yang sesungguhnya?

Menyingkap Tabir Roh (Jiwa) dan Tubuh
Apakah jiwa dan roh adalah sesuatu yang berbeda?

Permohonan dari Liang Kubur
Apakah jiwa orang mati dari 'liang kubur' dan jiwa orang hidup di surga bisa berkomunikasi satu dengan lainnya?

Asal Usul Orang Indonesia
Asal Usul orang Indonesia bukan dari negeri ini, tetapi dari lokasi tertentu di luar Nusantara.

Akhir Tahun 2009 Ditutup dengan 'Kepergian' Gus Dur
Mengapa Tuhan memanggil Gus Dur di akhir tahun?

Sinkronisasi Being, Knowing dan Doing
Apa rahasia agar relasi antara being, knowing dan doing-nya sinkron?

Daftar Artikel di Putra-Putri-Indonesia.com

Dari Mengenal Pola Pikir ke Halaman Depan (Home)



Keep Learning Keep Growing

4Life Transfer Factor
Best Solution for your
Body Health

Berlangganan
Putra-Putri-Indonesia.com

Enter your E-mail Address
Enter your First Name
Then

Don't worry -- your e-mail address is totally secure.
I promise to use it only to send you Putra-Putri-Indonesia.com.

Upcoming Seminar

Effective Meeting at Workplace
24 Mei 2012
Hotel Lumire, Senen, Jakarta
Rp1.000.000
Early Bird (before 14 Mei 2012),
Rp900.000

Organized by:
PT. Business Excellence Luminance
Management Consulting and Smart Training

Contact No.:
0813-1141-8800 or 021-2637-1155

Speaker: Judika Malau

'Testimony':

"Instruktur sudah sangat-sangat professional dan berpengalaman dalam penguasaan materi. Dari seminar yang diberikan, banyak manfaat yang membangun yayasan kami ke depan." (Wilfirmus Uwil, Yayasan ASRI, Kalimantan Barat)

Public Training in 2012
for People and Business to Grow

In-House Training



SPONSOR

Alma Butik dan Kursus Jahit