Transformasi Mental, Bukan
Revolusi Mental

Revolusi Mental atau Transformasi Mental?

Apakah mental bisa mengalami revolusi? Apakah mental dapat mengalami perubahan secara drastis? Atau apakah pikiran dapat berubah secara total dalam hitungan hari, minggu atau bulan atau tahun? Pertanyaan-pertanyaan ini perlu mendapat telaah untuk menanggapi istilah yang digulirkan Jowowi, calon presiden Indonesia yang ke-7: Revolusi Mental

Seperti pada tulisan berjudul Revolusi Mental Ala Jokowi: Hanya Sekedar 'Branding' Sebuah Ide- saya menuliskan keraguan tentang konsep ini. Bukan meragukan terhadap apa yang harus dikerjakan, tetapi meragukan makna, yang bisa juga berbuntut kekeliruan pada jabaran-jabaran praksis atau program-programnya.

Relasi antara mental, pikiran atau jiwa dengan tubuh memang sampai saat ini masih misteri. Tak seorang pun ahli yang mampu mengurai bagaimana pikiran bekerja secara 'real time.' Temuan-temuan tentang bagaimana kondisi otak ketika seseorang dalam kondisi tertentu seperti gembira atau senang-ini memang bisa disajikan ke publik. Bagaimana unit-unit sel berhubungan dalam tubuh dan  otak sudah dapat dijelaskan secara sederhana. Teknologi-teknologi mutakhir telah membantu untuk mengungkap bagimana reaksi otak terhadap kondisi pikiran. Namun, bagaimana sebenarnya pikiran atau jiwa bekerja dan kaitannya dengan tubuh, tak satupun yang mampu mengungkapnya. Transformasi mental masih merupakan misteri.

MacDonald Critchely, ahli syarat terkenal asal Inggris mengatakan, "Kita harus mengakui bahwa penelitian otak baik pada masa silam maupun masa kini adalah ibarat perjamuan makan di mana hidangannya sulit ditebak cara buatannya, dengan saus-saus yang bumbu-bumbunya hingga kinipun masih merupakan rahasia." (M. Critchley, The Divine Banquet of the Brain)

Blaise Pascal mengatakan, "Manusia yang bisa memikirkan tentang dirinya sendiri pastilah mahluk yang luar biasa. Sebab ia tidak dapat membayangkan seperti apa tubuhnya, apalagi rohnya, dan terlebih lagi bagaimana tubuh dapat  menyatu dengan roh. Itulah puncak dari kesulitannya dan justru itulah keberadaannya."

Jadi, mahluk yang disebut manusia itu memang sebuah kreasi yang luar biasa dan masih menyimpan misteri. Oleh karena itulah, revolusi mental atau pikiran bukanlah topik yang sederhana. Pemahaman-pemahaman mengenai siapa itu manusia, apa natur pikiran atau mental, bagaimana jiwa bekerja dan kaitannya dengan tubuh dan bagaimana informasi diolah dalam pikiran manusia dan berbagai hal lainnya- ini akan mempengaruhi metode menangani persoalan manusia termasuk mentalnya.

"Pemahaman terhadap natur manusia dapat mengungkap sebagian misteri transformasi mental."

Dalam seminar-seminar yang kami berikan kepada pekerja, termasuk yang baru-baru ini kami berikan kepada pekerja dari Yasayan Sahabat Anak, kami menyajikan beberapa hal yang perlu dilakukan untuk 'membangun' mentalitas baru. Salah satu yang sering kami tekankan adalah kebiasaan membaca buku.

Membaca barangkali bukanlah aktifitas yang sulit saat ini sebab hampir setiap menit atau setiap jam orang membaca, khususnya membaca infomasi lewat alat-alat komunikasi seperti handphone, Blackberry, Smartphone, Iphone, lap top, komputer atau peralatan komunikasi lainnya. Namun, membaca buku- ini salah satu aktifitas yang langka.

Anda bisa periksa kapan Anda terakhir membaca buku sampai habis. Kapan Anda terakhir duduk membaca informasi-informasi bagus dari buku-buku  yang membuahkan transformasi mental, khususnya dari penulis-penulis hebat yang telah mempengaruhi jutaan atau puluhan juta bahkan ratusan juta manusia. Kapan Anda terakhir membaca buku-buku demikian?

"Kalau Mau Serius Membenahi Mental, Kebiasaan Membaca Buku Adalah Salah Satu  Kuncinya."

Mengapa membaca buku merupakan salah satu hal aktifitas yang dapat membantu perubahan mental? Karena melalui membaca buku, informasi akan ke masuk ke dalam pikiran. Dalam pikiran akan terjadi sebuah proses, yang sampai saat ini masih menyimpan misteri, sampai informasi itu bisa dimengerti, diterima dan selanjutnya menjadi sebuah tindakan bahkan sampai kebiasaan.

Dengan membaca buku, ada usaha-usaha untuk menggusur pikiran-pikiran yang telah 'kusut' dan menggantinya dengan  pikiran-pikiran yang membangun. Dengan semakin seringnya informasi bagus masuk ke dalam pikiran, ada kemungkinan pola-pola atau falsafah hidup yang baru bisa muncul. Saya menyebut hal ini sebagai transformasi mental (pikiran), sebuah proses yang umumnya berlangsung secara bertahap.

Namun, bagaimana informasi itu akhirnya 'mencipta' pola-pola baru - ini masih misteri. Ini bukan lagi urusan manusia semata. Ibarat menanam pohon, Anda dan saya hanya bisa menanam, menyiram, memupuk atau menjaganya dari serangan hama. Pertumbuhannya sampai pohon itu berbuah- itu bukan urusan Anda dan saya lagi. Ada faktor X yang tidak dapat dikontrol oleh kita.

Dalam konteks inilah, istilah revolusi mental kurang tepat bila yang dimaksud adalah perubahan mental secara dramatis. Sekalipun mungkin terjadi, tetapi bukanlah merupakan sebuah fenomena yang umum. Sangat jarang mental masyarakat berubah secara radikal.

Sampai pada batas-batas tertentu, perubahan dramatis masih bisa terjadi, tetapi untuk melahirkan perubahan mental secara dramatis- ini butuh beberapa faktor seperti informasi-informasi bermutu, khususnya faktor X. Masih ada faktor waktu. Tidak heran kalau ada yang mengatakan bahwa sebuah kebiasaan yang baik bisa muncul bila telah dilatih minimal 21 hari.

Butuh Seminar Mind-Set? Hubungi kami di
 0813-1141-8800

Link Terkait

Pola Pikir (Kerangka Berpikir) Sebagai Fondasi Seluruh Tindakan Kita


Asal-Usul Kebiasaan Mengkritik

Bagaimana Pola Pikir Terbentuk?

Bagaimana Pola Pikir Berubah?

Faktor X dalam Proses Perubahan Pola Pikir

Tips Merubah Pola Pikir


Mata Kuliah Filsafat: 'Nutrisi' untuk Pikiran


Melatih Pikiran dengan Membaca

Kekuatan Berpikir Negatif (Kritis)

Tips Mengurangi Kebiasaan Mengkritik

Delapan (8) Tips Mencegah Stress Berlebihan

Dari Transformasi Mental ke Halaman Depan


Copyright 2009-2016 putra-putri-indonesia.com


Berlangganan
Putra-Putri-Indonesia.com (Free)

Enter Your E-mail Address
Enter Your First Name (optional)
Then

Don't worry — your e-mail address is totally secure.
I promise to use it only to send you Putra-Putri-Indonesia.com.

Kontak
021-8430-3041
0813-1141-8800

In-House Training

Revolusi Mental Ala Jokowi: Hanya Sekedar 'Branding' Sebuah Ide?

Habits of the Mind